MERAMALKAN JUMLAH KEMATIAN KARENA KECELAKAAN LALULINTAS

Judul tulisan ini diawali dengan kata “meramalkan” , namun perlu diketahui bahwa isi dari tulisan ini akan jauh sekali dari hal hal yang berbau klenik dan perdukunan. Saya jamin isinya ilmiah berdasarkan penelitian para ahli. Namun mungkin tingkat kebenarannya tidak mungkin 100% karena jika 100% artinya sempurna, sedangkan kita tahu bahwa kesempurnaan itu hanya milik Alloh SWT.

Kalau kita membaca cerita-cerita atau buku sejarah, kita akan mendapatkan catatan bahwa jaman dahulu merebak dukun-dukun atau peramal. Tentunya apa yang datang dari dukun atau peramal pasti tidak ilmiah. Dalam sejarah pada orang islam disebutkan bahwa dahulu para jin itu bersekutu dengan para dukun untuk mencuri informasi dari langit, sehingga para dukun dan peramal mampu memberitakan hal-hal gaib yang akan terjadi atau yang telah terjadi. Namun generasi umat nabi terakhir (muhammad SAW) para jin sudah tidak mampu mencujri-curi informasi kembali karena siapapun bangsa jin yang berani mencuri informasi ke langit akan disambar halilintar. Akhirnya para dukun dan peramal sekarang tidak akan sehebat para dukun dan peramal masa sebelum rosululloh SAW.

Kita udahan dulu berbicara dukun dan peramal, yang pasti kalau sekarang masih percaya sama dukun sudah kagak jaman. Berarti kita telah mundur puluhan abad kebelakang, terus bagi yang beragama islam itu termasuk perbuatan yang dilarang karena perbuatan musyrik dan termasuk dosa besar yang akan menggugurkan semua perbuatan baik sehingga tak bermakna dan takkan dihitung walaupun sebanyak apapun.

Kembali ke judul tulisan ini yakni meramalkan kematian karena kecelakaan lalulintas. Karena saya adalah mahasiswa teknik mesin di salah satu universitas negeri di Bandung, maka tak mungkin saya beralih profesi sebagai peramal yang tidak ilmiah. ini beneran karena awalnya saya juga heran ko bisa kita meramalkan jumlah kematian karena kecelakaan lalulintas. Tapi setelah saya belajar matematika teknik tentang model matematika ternyata emang kita bisa meramalkan kapan sebuah besi bisa berkarat secara keseluruhan, dll. Artinya kita bisa meramalkan sesuatu objek berdasarkan kejadian-kejadian yang terjadinya pada objek, kemudian kita akan mendapatkan konstanta dari sanalah kita menemukan formulanya dan akhirnya kita bisa meramalkannya. (perlu dicatat semua ini adalah informasi dari alloh SWT, kita mah hanya menemukan kecenderungannya)

Pada tahun 1968 seorang peneliti dari eropa sebut saja Smeed, kalau ga percaya lihat aja buku Prof. I Nyoman Sutantra, Dr . Ir. Bambang Sampurno judulnya Teknologi Otomotif . Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Smeed melakukan penelitian di 20 kota di eropa sehingga diperoleh rumus untuk menghitung jumlah kematian karena kecelakaan lalulintas, kurang lebih rumus empirisnya sebagai berikut

                                                                             F = 0,0003 (P)0,66 (V) 0,34

Keterangan :

F = jumlah kematian karena kecelakaan lalulintas

V = jumlah kendaraan bermotor

P = jumlah penduduk

 Nah itu…., jadi kalau mau meramal, menghitung coba silahkan hitung berapa jumlah kematian di daerah Anda dengan mencoba memasukannya ke dalam rumus tadi. Namun tentunya ini hanya hitungan yang tingkat kebenarannya jauh di bawah Al-quran ya….., karena tetap yang lebih tahu tentang kematian mah hanya Alloh SWT. Semoga dengan ini kita lebih mengingat kematian. He he jadi horor ya….

Daftar Pustaka :

Sutantra, I Nyoman dan Sampurno, Bambang (2010) Teknologi otomotif edisi kedua. Surabaya : Guna Widya Printing

Tentang arassh

i'm a moslem
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pembinaan Diri, Pendidikan, Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s