ASAS PENILAIAN HASIL BELAJAR

Penilaian hasil belajar siswa dilakukan berdasarkan asas-asas tertentu. Berikut bebrerapa asas penilaian menurut beberapa ahli. Menurut William R . Lucck dalam bukunya, An introduction to teaching, mengemukakan bahwa penilain harus berdasarkan asas-asas sebagai berikut:

  1. Penilaian bersifat kuantitas atau kualitas. Penilaian bersifat kualitatif dan kuantitatif berkenan dengan mutu hasil belajar. Penilaian kuantitatif berkenaan dengan banyaknya materi yang telah dipelajari.
  1. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. Penilaian dilakukan sejak awal proses belajar, dilanjutkan sepanjang proses berlangsung, dan diakhiri pada akhir pembelajaran. Bahkan penilaian juga dilaksanakan pada tingkat pasca –pembelajaran. Kesinambungan pembelajaran disesuaikan dengan luasnya aspek-aspek yang dinilai. Kesinambungan berarti penilaian itu dilakukan setiap saat dan dimana saja berdasarkan kebutuhan dan minat siswa seama perkembangan dalam berbagai situasi kehidupan
  1. Penilaian bersifat keseluruhan. Penilaian dilakukan terhadap keseluruh aspek pribadi siswa yang mencakup aspek-aspek intelektual, hubungan sosial, sikap, watak , sifat kepemimpinan, hubungan personal sosial, moral tanggung jawab, ketekunan bekerja, kejujuran, kesehatan rohani-jasmani, dan semua aktivitas , baik didalam maupun diluar sekolah.
  1. Penilaian proses bersifat objektif. Penilaian ditujukan kearah pemeriksaan perkembangan dan kemajuan siswa dalam hubungan dengan pencapaan tujuan belajar. Penilaain diberikan sebagaimana adanya siswa, tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur emosi, hubungan sosial tertentu, atau sikap guru terhadap siswa. Pendeknya, subjektifitas guru tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian.
  1. Penilaian bersifat koopertaif. Kegiatan penialaian adalah tanggung jawab bersama, baik para guru, orang tua, siswa, maupun masyarakat. Jadi, penilaian itu merupakan hasil kerja sama antara semua pihak yang terkait, baik didalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

Menurut Mehl-Mills Douglass (1958), mengemukakan tujuh asas penilaian sebagai berikut:

  1. Penilaian harus dilakukan dalam kaitannya dengan tujuan-tujuan pengajaran, yakni tujuan-tujuan siswa, tujuan unit, dan tujuan pelajaran harian
  2. Penilaain harus dilakukan terhadapa hasil belajar sejak siswa melakukan kegiatan belajarnya sampai kahir pelajaran
  3. Penilaian bertalian dengan latar belakang dan potensi-potensi dalam diri individu siswa. Siswa yang superior, yang memiliki latar belakang yang baik, akan maju lebih cepat dan lebih baik untuk mencapai tujuan instruksional
  4. Penilaian berlangsung secara terus menerus sepanjang situasi belajar. Penilaian direncanakan oleh guru dan siswa dan dilaksanakan secara berkesinambungan terhadap kelompok dan individu siswa.
  5. Teknik dan alat penilaian yang digunakan harus disusun seobjektif mungkin kendatipun ada subjektifitas yang tak mungkin dihindari
  6. Penialian sendiri oleh siswa perlu sebagaimana halnya penilaian oleh guru. Dalam batas-batas tertentu banyak hal yang dapat diungkapkan sendiri oleh masing-masing individu siswa yang bermanfaat untuk menentukan keberhasilan belajar mereka
  7. Penilaain bersifat konstruktif, penialaian dimaksudkan untuk mengadakan perbaikan serta membentuk meningkatkan kemajuan siswa.

Daftar Pustaka:

Hamalik, Oemar. (2012). Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

 

Tentang arassh

i'm a moslem
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s