BUKAN KARENA “KAUSALITAS”

tauhidMenengok sejarah Rosululloh, memberikan banyak pelajaran bagi kita untuk belajar berislam, belajar mematuhi dan membela pimpinan, belajar bermasyarakat, belajar bagaimana akhlak kepada makhluk dan akhlak kepada sang khaliq. Rosululloh adalah sosok istimewa dan sempurna, sehingga Alloh SWT  dalam Al-quran memberikan gelar uswatun khasanah  “ contoh terbaik” artinya bahwa tak ada yang layak dijadikan contoh, tak ada yang layak dijadikan idola kecuali Rosululloh SAW.

Tak habis cerita tentang rosululloh, walaupun banyak sastrawan yang menulis tentangnya dan pasti tetap saja ada sisi kehidupan yang menarik untuk dibuat tulisan dari sisi kehidupan beliau.  Ia negarawan, ia agamawan, ia seorang nabi, ia seorang manusia biasa, ia seorang ayah, ia seorang suami, ia seorang pengusaha, ia kaya raya, ia seorang yang sederhana dan lain-lain. Semuanya lengkap ada pada diri rosululloh, sehingga pantas jika Michael H. Hart menempatkan beliau diurutan pertama dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh didunia.

Rosululloh adalah penggerak masyarakat, untuk melawan setiap penjajahan sehingga diperoleh kemerdekaan hakiki. Rosuulloh bergerak bukan karena tekanan hidup akibat sistem yang membuat ia sengsara, sebab tidak ada cerita rosululloh dalam keadaan sengsara dunia. Melainkan ia bergerak karena sebuah keyakinan, ideologi, pondasi hidup, pandangan hidup, yang meyakini akan ke-ESA-an pencipta. Ia bergerak bukan karena menginginkan jabatan ia bergerak karena tuhan yang memerintahkan. Artinya penting dipahami bagi umat islam bahwa setiap gerakan bukan karena “KAUSALITAS” sebab-akibat karena “haliyah” duniawi melainkan karena “LAILLAHA ILLALLOH”.

Sebuah keniscayaan bagi umat muslim memahami ma’na kalimat “TAUHID” ini, karena itu adalah pondasi bagi kehidupannya. Manusia tidak akan dijajah oleh makhluk ketika memahami itu. Manusia akan senantiasa “awas” dan terjaga dari setiap kekuatan-kekuatan lemah yang ingin menjajah dirinya. Karena baginya tidak ada yang berhak atas dirinya kecuali “Alloh SWT”. Hal ini diperlihatkan oleh rosululloh ketika dalam berdakwah di mekkah. Pembesar quraisy menawarkan harta, tahta dan wanita untuk diganti dengan penghentian dawah. Rosulullooh mengerti, menghentikan sama saja dengan menyerahkan diri untuk dijajah dengan semua itu. Maksudnya ketika rosullulloh berdawah berarti ia menjalankan perintah Alloh, bukan perintah siapa-siapa, tapi hanya Alloh SWT. Namun kalau menghentikan berarti rosululloh menyerahkan diri untuk tunduk pada harta, tahta dan wanita yang ditawarkan, dan itulah penjajahan yang seolah kita tidak dijajah tapi bagi yang mengerti dan memamami siapa yang memiliki hak untuk menjajah diri kita, pasti akan menolak semua penjajah lemah yang ada dimuka bumi.

Dengan pemahaman kalimat “tauhid” ini, maka kita pasti akan selalu tergerak untuk menjadikan diri dan orang lain untuk merdeka. Bukan karena sebab susahnya pekerjaan, kecilnya gaji, persamaan hak dan lain sebagainya, melainkan karena keyakinan bahwa hanya “Alloh lah satu-satunya yang memiliki otoritas untuk mengatur diri kita”, bukan yang lain.

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s