IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM EKSISTENSI MANUSIA

Dalam pendidikan, pengenalan terhadap eksistensi manusia amat penting karena menentukan proses belajar dan pembinaan. Demikian pula pada dunia pendidikan islam, bahwa eksistensi manusia yang dijelaskan al-Quran semestinya dapat membawa proses pendidikan yang akan dilaksanakan, khususnya pada ranah islam. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan pendidika  manusia dalam presfektif islam, diantaranya:

1. Kelengkapajn aspek pendidikan

Pendidikan islam adalah pendidikan yang memperhatikan berbagai aspek secara integral. Pertama, aspek jasmani (fisik/materi) dan rohani (jiwa/non materi), namun perubahan pada rohani adalah inti perhatiannya.

Kedua, aspek fitrah manusia. Pendidikan itu harus mampu membangkitkan dan meneguhkan kembali fitrah manusia yang bertauhid.

Ketiga, aspek akhlak dan karakter, potensi bawaan manusia dibimbing kearah perkembangan ketakwaan agar pilihan manusia menjadi benar dan saleh., hingga cerdas melakukan pilihan sikap .

Keempat, aspek sosial, kehidupan bersosialisasi manusia harus berbudaya tinggi dan seimbang ditata dengan dasar manfaat kehidupan bersama.

2. Menata visi besar manusia

Pendidikan islam harus berorientas pada terwujudnya manusia yang taat dalam pengertian ulil albab, yaitu hamba Alloh SWT yang memiliki intelektualitas sempurna dari segala aspek. Mereka adalah pribadi-pribadi yang mampu mempresentasikan diri sebaga Khalifah fil ardh yang amanha pada ruang dan waktu yang beragam.

Ranah pendidikan islam yang memiliki konsep pendekatan pada otoritas wahyu, yaitu Al-Quran dan hadist, mampu menjadi rahim lahirnya ulil albab. Ulil albab bukanlah sekedar teori idealis yang tidak bsa digapai, tapi ia adalah hasil dari sebuah proses pendidikan yang sempurna dan utuh, yaitu pendidikan yang memperhatikan terpenuhinya seluruh aspek pendidikan pada eksistensi manusia.

A.M. saefuddin memberikan gambaran tentang Ulil  Albab. Menurutnya, ada dua konsekuensi yang timbul dari kegiatan  Ulil Albab. Pertama, hal dunia (efek pikir). Kedua, hal akhirat(efek dzikir). Lebih lanjut  AM. Saefuddin mengatakan bahwa dunia memberi pengetahuan tentang pemenafaatan alam sebagai langkah aplikasi sains. Sedangkan segi akhirat melahirkan  tanggung jawab dan kehati-hatian manusia atas pemanfaatan alam sebagai media amal saleh. Meski masih dialam dunia yang luas ini, ulil albab selalu berseru “…jauhkanlah kami dari azab neraka”.

Dikutif dari buku : Syafri, Ulil Amri (2012).Pendidikan Karakter berbasis al-Quran . PT. Rajagrafindo Persada: Jakarta

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s