Pendidikan Profetik

Pendidikan erat kaitannya dengan manusia sebagi subjek dan objek. Maka jika terjun dalam dunia pendidikan menjadi sebuah keharusan mengerti dan memahami tentang manusia. Pemahaman akan manusia, hakikat manusia menjadi modal dan pengetahuan pondasi seorang pendidik  dalam mendidik. Pemahaman tentang manusia meliputi asal manusia, kemudian asal memberikan sinyal pesan apa yang harus dilakukan sekarang untuk mencapai sebuah tujuan.

Pemahaman akan asal manusia menjadi gambaran akan pandangan, dan prilaku yang akan dilakukannya. Jika sesorang memahami bahwa dirinya berasal dari tanah dengan nenek moyangnya nabi Adam dan hawa, maka akan menjadi pendidik yang  mengajarkan pesan yang terkandung dalam penciptaan adam dan hawa. Tentunya sumber yang menjadi rujukannyapun adalah al-quran dan assunah, yang dijamin tidak akan tersesat bagi para penggunanya. Namun bila rujukan selain itu tidak ada jaminan akan kebenaran dan keselamatan para penganut dan pengamalnya.

Segala sesuatu yang terjadi pada manusia merupakan pelajaran, walaupun manusia tidak memahami semua hal tentang dirinya. Karena masalah yang paling sulit dipecahkan adalah masalah manusia itu sendiri.  Manusia tidak memahami betul tentang dirinya, karena tuhanpun hanya memberikan pengetahuan yang sedikit kepada manusia. Maka tidak ada sesuatu yang patut disombongkan oleh manusia yang pengetahuan tentang dirinya sekalipun belum terpecahkan. Buktinya manusia tidak akan memahami bagaimana rambut yang tumbuh di tempat yang berbeda memilki karakteristik yang berbeda, manusia tak akan mengerti bagaimana gigi yang tumbuh tapi tak tumbuh terus menerus. Mungkin kajian ilmiah hanya akan menjelaskan sebabnya karena ini atau itu tapi mereka tak akan sanggup menjelaskan penyebab sebab itu terjadi. Manusia tak sanggup mengapa manusia diberi jari lima tiap satu tangan, apakah kita pernah meminta?, itulah manusia tak sanggup memehami dirinya sendiri. Apakah manusia mengatur detak jantung, berapa kali harus berdenyut  dan lain sebagainya, itulah manusia tidak memahami tentang dirinya sendiri, maka pantaslah jika dalam quran surat arrahman tuhan berfirman secara berulang-ulang “maka nimat tuhan mana yang kamu dustakan?”

Setiap hal memberikan pelajaran termasuk runtutan sejarah manusia dari sejak adam hingga sekarang. Ada risalah yang tak terputus yakni menegakan tauhid. Itulah pesan yang didapat manusia yang memahami asal nenek moyangnya dari nabi adam dan hawa. Sehingga segala hal yang dilakukan akan mengarah dalam rangka menegakan tauhid. Proses pentransferan penangkapan pesan itulah pendidikan. Karena pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus “pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat”.

Sebuah rangkaian pentransferan pesan-pesan tauhid itu hanya mungkin dilakukan oleh manusia yang mengerti akan tujuan hidupnya yakni ibadah, dan yang mengajarkan itu adalah para nabiyullah, sehingga bisa kita katakan sebagai pendidikan profetik.

Profetik berasal dari bahasa inggris prophetical yang mempunyai makna Kenabian atau sifat yang ada dalam diri seorang nabi. Yaitu sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. Dalam sejarah, Nabi Ibrahim melawan Raja Namrud, Nabi Musa melawan Fir’aun, Nabi Muhammad yang membimbing kaum miskin dan budak belia melawan setiap penindasan dan ketidakadilan. Dan mempunyai tujuan untuk menuju kearah pembebasan. Dan tepat menurut Ali Syari’ati “para nabi tidak hanya mengajarkan dzikir dan do’a tetapi mereka juga datang dengan suatu ideologi pembebasan”.

Secara definitif, pendidikan profetik dapat dipahami sebagai seperangkat teori yang tidak hanya mendeskripsikan dan mentransformasikan gejala sosial, dan tidak pula hanya mengubah suatu hal demi perubahan, namun lebih dari itu, diharapkan dapat mengarahkan perubahan atas dasar cita-cita etik dan profetik

Pendidikan profetik tidak lain adalah proses pendidikan yang dilaksanakan seperti di era kenabian. Pendidikan atau kegiatan tarbiyah seperti di era nabi akan senantiasa memadukan antara aspek jasmani dan ruhani, antara aspek dunia dan ukhrowi, antara kehambaan dan kekhalifahan. Dengan demikian, pendidikan profetik merupakan institusi pematangan proses humanisasi yang religious.

Sumber :

  1. http://www.alloveans.com/2013/04/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html
  2. http://eyinn.wordpress.com/2012/05/23/membangun-pendidikan-karakter-dengan-pendidikan-profetik/
  3. http://km3community.wordpress.com/2008/07/02/pendidikan-profeti-versi-kuntowijoyo/
  4. http://misteriyana.wordpress.com/2013/06/05/pendidikan-profetik/

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pembinaan Diri, Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pendidikan Profetik

  1. Ping balik: PENDIDIKAN DALAM ISLAM ADALAH PENDIDIKAN KARAKTER « ILALANG KAMPUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s