QUANTUM TEACHING

A. Kata kunci
Kata Kunci yang dalam quantum teaching adalah quantum, pemercepatan pembelajaran, dan fasilitasi. Berikut dijelaskan pengertan dari ketiga kata kunci tersebut.
1. Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya; quantum teaching adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Dalam quantum teaching dirancang strategi supaya terjadinya peningkatan proses belajar mengajar dengan menyenangkan. Dalam pembelajaran ini juga mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar.
2. Pemercepatan Belajar; menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyususn bahan pengajaran yang sesuai, cara penyajian yang efektif, dan “keterlibatan aktif”.
3. Fasilitasi; memudahkan segala hal. Maksudnya adalah implementasi strategi yang menyingkirkan hambatan belajar, mengembalikan proses belajar ke keadaannya yang”mudah” dan alami.
B. Asas Utama
Asas utama dalam quantum teaching bersandar pada konsep “Bawalah Dunia Mereka Ke Dunia Kita, Dan Antarkan Dunia Kita Ke Dunia Mereka”. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka quantum teaching , setiap interaksi dengan siswa, setiap merancang kurikulum , dan setiap metode intruksional dibangun diatas asas tersebut.
Maksud dari asas tersebut adalah pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama anda harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Gelar sarjana pendidikan(S.Pd) atau sertifikat mengajar lewat PPG atau lainnya, tidak menjadikan kita secara otomatis mendapatkan hak mengajar. Hak mengajar didapatkan dari siswa, yang ahrus diraih dan diberikan oleh siswa. Bukan dari dinas pendidikan atau lembaga sertifikasi lainnya.
Untuk mendapatkan hak mengajar adalah masuki dunia siswa, karena hal ini akan memberikan kepada kita sebuah ijin untuk memimpin, menuntun dan memudahkan. Dengan ijin tersebut maka mereka(siswa) akan bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan dengan rasa tanggung jawab dan menyenangkan.

C. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching
Prinsip-prinsip quantum teaching adalah sebagai berikut:
1. Segalanya berbicara
2. Segalanya bertujuan
3. Pengalaman sebelum pemberian nama
4. Akui setiap usaha
5. Jika layak untuk dipelajari maka layak pula untuk dirayakan.

D. Model Quantum Teaching
Model quantum teaching terbagi kedalam dua unsur, yaitu:
1. Konteks; adala latar untuk pengalaman anda.
2. Isi

E. Kerangka Rancangan pembelajaran Quantum Teaching
Kerangka pembelajaran Quantum Teaching dikenal sebagai TANDUR dengan kata Tumbuhkan, Alami, Namai, Demontrasikan, Ulangi dan Rayakan. Kerangka ini dapat membuat siswa menjadi tertarik dan berminat pada suatu pelajaran dan dapat juga memastikan siswa mengalami pembelajaran, berlatih, menjadikan isi pelajaran nyata bagi siswa itu sendiri, dan mencapai sukses.

Kerangka pembelajaran Quantum Teaching adalah sebagai berikut:
1. Tumbuhkan
Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaat serta komitmen siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.
2. Alami
Guru memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan siswa berdasarkan pengalaman siswa dan mampu mengasah otak siswa agar dapat menyelesaikan masalah. Siswa dapat memahami informasi ataupun kegiatan serta memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan siswa.
3. Namai
Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefinisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.
4. Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya dengan pelajaran.
5. Ulangi
Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.
6. Rayakan
Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Biasanya pada saat siswa mencapai sesuatu, siswa hanya melanjutkan kegiatan selanjutnya, tanpa menciptakan daya pendorong untuk mengulangi keberhasilan itu. Sebagai guru, kiranya menanamkan bibit kesuksesan, dan selalu menghubungkan belajar dengan perayaan. Perayaan tersebut dapat dilakukan dengan tepuk tangan, pujian dan memberi penilaian.
Daftar Pustaka:
Deporter, Bobbi dkk. 2000. Quantum Teaching : Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Bandung : Kaifa.

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s