BUSI

Busi berfungsi untuk memercikan bunga api pada ruang bakar. Percikan ini karena adanya beda potensial yang tinggi yang dihasilkan dari ignition coil.

          Proses terjadinya bunga api listrik pada busi dapat digambarkan sebagai berikut: busi tersambung dengan tegangan yang besarnya kurang 20000 volt, yang dihasilkan oleh ignition coil. Elektron yang terdorong masuk dari lilitan menghasilkan beda tegangan antara elektroda dibagian tengah busi dengan dibagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bahan bakar dan udara diantara celah merupakan isolator. Namun semakin tinggi beda potensial struktur gas diantara celah elektroda tersebut berubah.

          Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik dari gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami ionisasi, dan yang tadinya bersifat insulator berubah menjadi konduktor. Setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron suhu dicelah percikan busi meningkat drastis, sampai 60000 K.

          Celah busi diukur antara elektroda positif dan elektroda negatif, dan ukuran celah busi mempengaruhi resistensi listrik pada busi tersebut. Celah ini sangat menentukan intensitas letusan bunga api listrik. Bila arus bertegangan tinggi mengalir dari koil, maka antara kedua elektroda busi terjadi tegangan yang tinggi sehingga timbul loncatan bunga api.

          Pada busi semakin besar  jarak antara elektroda positif dan elektroda negatif, maka makin besar pula tegangan yang diperlukan untuk memperoleh intensitas api listrik yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahawa intensitas bunga api listrik ditentukan oleh celah busi, namun untuk memperoleh intensitas bunga api listrik  yang sama dengan celah busi yang besar diperlukan juga tegangan listrik yang tinggi. Berikut gambar hubungan antara konsumsi bahan bakar dan jarak yang ditempuh terhadap jarak kerenggangan elektroda busi.

  1. Kondisi busi: agak cokelat atau abu-abu pembakaran menunjukkan bagus, kondisi mesin berjalan dengan benar dan pemilihan busi yang sesuai
  2. Kondisi busi: penumpukan jelaga hitam menunjukkan bahan bakar berlebihan / campuran udara kurang tepat atau sistem pengapian rusak. Jikapermasalahan sama setelah di tuneup, coba pasang busi satu kelas lebih tahan panas.
  3. Kondisi busi: insulator putih melepuh atau elektroda mencair menunjukkan selama waktu pembakaran terlalu panas atau sistem pendingin rusak. Jika koreksi tidak terbukti efektif, coba ganti dengan busi type dingin.
  4.  Kondisi busi: penumpukan kerak putih memiliki akumulasi dari isi oli terlalu banyak di dalam ruang pembakaran atau dapat juga penggunaan oli kualitas rendah.
  5. Kondisi busi: basah, deposit karbon berminyak terjadi kebocoran listrik sepanjang  insulator, sehingga macet/mati salah satu busi. Penyebabnya mungkin mesin atau sistem pengapian rusak .
  6.  Kondisi busi: busi dipakai tidak hanya membuang bahan bakar tetapi juga membebani sistem pengapian secara keseluruhan karena kesenjangan yang meningkat membutuhkan tegangan yang lebih tinggi untuk memulai percikan. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi polusi udara. Ganti busi baru.

DAFTAR PUSTAKA:

Busi (Spark Plug) ikut berbicara. (2011, September 27). Retrieved Juli 6, 2012, from Daihatsu Zebra:   http://daihatsuzebra.blogspot.com/2011/09/busi-spark-plug-ikut-berbicara.html

Ditulis oleh Abdul Rohman Pendidikan Teknik Mesin (Otomotif) Universitas Pendidikan Indonesia  2008

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

3 Balasan ke BUSI

  1. reffi berkata:

    betul tidak, kalau busi itu memercikan bunga api dua kali dalam dua putaran poros engkol, masalah nya piston berada dua kali di TMA.
    Tolong d jawab y..

    Suka

    • arassh berkata:

      setahu saya, “tapi mohon dikoreksi kalau salah soalnya saya bukan peneliti” kalau motor empat langkah berarti untuk satu kali kerja memerlukan empat langkah torak, atau bisa disebut juga 2 putaran poros engkol, nah kalau bahasanya satu kali kerja berarti “mungkin” satu kali terjadi percikan bunga api pada busi. karena betul memang terjadi 2 kali piston berada di TMA, tapi yang satu untuk langkah kompresi ( terjadi percikan bungan api) , dan yang satu lagi untuk langkah pembuangan, secara logika juga kalau misalkan di saat langkah pembuangan terjadi percikan bunga api maka tidak akan menjadi tenaga karena toh katup buang sedang terbuka,…. tapi kalau misalkan menemukan informasi terjadi dua kali percikan bisa di share tuh… dari saya mungkin itu, maaf kalau tidak memuaskan..

      Suka

  2. Anonim berkata:

    Penyebab terjadinya loncatan bunga api

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s