Masyarakat Aneh

Oleh : Arassh Sidik Fatahillah

Paradigma berfikir masyarakat Indonesia, perlahan menuju pada pemikiran yang tidak logis. Mereka sudah menganggap kebaikan sebagai suatu yang aneh dan menakutkan, jika ada gerakan kebaikan maka mereka mulai mencurigai sebagai gerakan yang membahayakan. Dimulai dengan menstigma buruk gerakan yang berbau islam, dan dengan cita-cita menegakan syariat islam. Dibuatlah konfrontasi dengan bantuan tangan-tangan intelejen untuk melakukan pembusukan dari dalam. Kemudian mereka melakukan gerakan yang awalnya menawarkan konsep islam tapi kemudian mereka peras demi keuntungan duniawi, sehingga masyarakat yang tadinya menginginkan islam sebagai aturan hidupnya menjadi berbalik antipati terhadap orang yang menawarkan konsep islam. Bagus!!! Sungguh  sangat bagus, tapi ingat!!!! Tipu daya Alloh SWT itu lebih baik daripada tipu daya kalian.

            Sangat ngeri ketika masyarakat melaporkan kepada polisi, sekelompok orang yang selalu melakukan pengajian dirumahnya/kontrakannya, orang tua yang khawatir ketika anaknya mengikuti kelompok pengajian. Lalu sangat kontras sekali ketika orang tua merasa senang dan tentram ketika anaknya pergi ke bioskop, ke pusat perbelanjaan, pacaran dan sebagainya. Artinya bahwa berhasilah orang-orang yang menginginkan supaya orang islam jauh dari Al-Quran, orang islam yang tidak mengenal bagaimana islam, sungguh sangat mengerikan!!!!.

            Akhir-akhir ini penomena gerakan NII KW 9 yang meresahkan masyarakat, merupakan alasan yang menjadi dasar mengapa orang islam menjadi benci terhadap islam. Orang islam menjadi khawatir ketika anaknya mengikuti kelompok pengajian, karena takut anaknya menjadi bagian dari jaringan kelompok tersebut. Rasa was-was dan ketakutan masyarakat semakin menjadi, ketika media terus menerus melakukan pemberitaan dengan konten berita yang dilebih-lebihkan. Tidak diketahui apa maksud dari pemberi berita tersebut apakah mereka di bayar atau ada yang memesan untuk melakukan pemberitaan yang sedikit-sedikit dibumbui dengan hal-hal yang tidak sebenarnya atau berlebihan.

            Kekhawatiran masyarakat terlihat ketika setiap ada orang hilang dikatakanlah bahwa ini diduga terlibat jaringan NII KW 9, padahal hal tersebut belum tentu merupakan bagian dari jaringan  gerakan tersebut. Bisa saja hilang karena ada yang membunuh, kecelakaan dan lain-lain. Tapi sepertinya memang masyarakat kita adalah masyarakat yang mudah terhasut sehingga percikan api sedikitpun bisa menjadi api yang sangat besar dengan seketika. Itulah tanda bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang kering akan ilmu, kering hatinya akan keimanan, sehingga mudah sekali untuk dipanasi atau dipropokasi.

            Yang sangat disayangkan ketika kalangan akademik ikut-ikutan terhasut dan terpropokasi. Mereka tidak mengetahui dan melihat dengan objektif mana gerakan NII KW 9 dan mana yang bukan. Sehingga mereka melakukan generalisasi, tanpa melakukan cross cek terlebih dahulu.

            Tidak diketahui apakah mereka memang tidak mengetahui atau sengaja tidak ingin tahu. Mudah mudahan saja karena ketidak tahuan bukan karena ketidak ingin tahuan. Karena jika tidak tahu bisa diobati dengan mempelajari sehingga tahu, tapi jika memang tidak ingin tahu obatnya adalah dipaksa untuk tahu, tapi itu tidak mungkin karena setiap pemaksaan itu tidak mengenakan.

Disebuah Universitas negeri di Bandung contohnya, dimana budaya mahasiwa yang religius hampir setiap mahasiswa memiliki kelompok pengajian. Namun setelah isu NII KW IX merebak mereka menjadi takut, dan lebih memilih untuk tidak mendalami islam, karena ditakutkan terjerumus kekelompok yang dianggap sesat. Selain karena isu tersebut di universitas inipun isu ini dimanfaatkan oleh salah satu kelompok yang merupakan anak buah partai politik. Mereka menggunakan poltik tukang obat yang licik, dimana isu terus digembor-gemborkan, sehingga timbul keresahan dikalangan mahasiswa. Setelah itu mereka menawarkan solusi dengan ajaran mereka dengan harapan mereka menjadi simpati terhadap kelompok mereka.

Seperti halnya ketika kita menangkap ikan ada yang tertangkap ada pula yang tidak, mungkin yang tertangkap merupakan ikan yang lemah, atau terlalu gendut dengan keinginan kekuasaan atau nafsu duniawi. Sedangkan yang tidak tertangkap bisa karena kuat akidahnya atau terlalu kecil karena sedikit ilmunya sehingga mereka malah menjauhi islam.

Itulah jika umat islam tidak pernah bersatu terus saling sikut dan saling injak ibarat politik panjat pinang. Bukannya terjadi kemenangan malahan islam menjadi hancur karena para binatang yang haus akan kekuasaan, yang berkedok gamis dan jenggot atau bahasa sok kearab-araban, yang katanya menawarkan keadilan dan kesejahteraan.

Mereka merasa paling benar dan senantiasa berupaya menghancurkan kelompok lain. Umat islam sudah tahu ketidak konsistenan mereka, karena tergoda dengan gerlap harta dunia. Karena sesungguhnya yang sesat itu senantiasa tidak konsisten akan pendiriannya. Nauzdubillah, semoga segera bertobat.

Seperti halnya setiap kejadian itu selalu ada yang dirugikan dan ada pula yang diuntungkan. Mereka mencari kesempatan dibalik kesempitan, mencari muka dengan melukai banyak orang, mencari muka dengan merusak muka orang. Title dosen tapi tak patut untuk dicontoh karena hatinya ANJING!!!!. Bekerja mencari kesalahan orang lain, bahkan yang tidak salah dibuat-buat untuk menjadi salah. Hal ini dilakukan supaya dapat muka dihadapan atasannya. Mudah-mudahan Alloh menyadarkannya.

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu suka mencampuri urusan orang lain, janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling benci membenci, dan janganlah kamu saling jauh menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu. Seorang muslim dengan muslin lain adalah saudara. Janganlah saling menganiaya, jangan saling men­dengki, dan jangan saling menghina. Sebab taqwa itu di sini (di dalam hati.” Berkata demikian Rasulullah sambil menunjuk ke arah dada. Selanjutnya beliau bersabda: “Menghina terhadap sesama muslim termasuk perbuatan dosa. Setiap muslim dengan muslim lain adalah haram dirampas darahnya, kehormatannya, dan harta bendanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

             Jam 18.07 , 17 Mei 2011

Jangan Kira Saya Diam  !!!!!

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s