PIKIRKAN SAJA

Oleh : Mahdi Surya Hindia Al Sundanese

 

Nabi Muhammad SAW. Pernah bersabda bahwa “Segala amal perbuatan tergantung pada niat,”, pernyataan tersebut mengingat komentar terhadap peristiwa hijrah dari mekah ke madinah. Karena niat diantara orang orang yang ikut hijrah pun ternyata beragam, maka nabi  Saw. Mengatakan bahwa bila seseorang yang niatnya(hijrah) karena wanita maka ia akan mendapatkan wanita, jika niatnya karena ingin harta maka ia akan mendapatkan harta begitu pula seterusnya, namun sebenarnya yang paling baik itu adalah niat karena Alloh SWT. Sesungguhnya apabila kita mengejar dunia maka dunia akan lari, namun apabila kita mengejar akhirat maka dunia akan mengejar kita.Maka tentunya ketika apapun yang kita lakukan maka niatnya harus karena Alloh SWT, tentu harapanya pun hanya mengharap pada Alloh SWT. Tidak mengharap harta, atau mengharap tahta atau pula wanita.

Niat hanya berlaku pada satu amal, tidak ada niat yang bisa jama’i tapi harus khusus tidak ada niat satu untuk dua kegiatan yang berbeda. Seperti halnya niat mau makan, atau basmalah ketika mau makan hanya untuk makan saja. Jadi kalau mau minum, wudu, shalat, baca quran, dll harus membaca basmalah lagi.

Dalam hal berislam seperti halnya pengucapan dua kalimat sahadat, itu adalah suatu niat, janji atau sumpah seseorang yang mau tunduk dan pasrah berserah diri pada Alloh SWT. Banyak yang mengatakan tidak perlu karena dalam sholat, menikah dll, katanya sudah. Kalau sedikit mau berpikir saja, sahadat ketika shalat itu adalah rukun shalat, sahadat ketika menikah itu rukun nikah, lalu apakah rukun islam yang merupakan gerbang semua pekerjaan itu bisa tergantikan. Apakah ketika anda belum membuka pintu rumah anda bisa membuka pintu lemari yang ada didalam rumah dan Anda mengatakan tidak perlu buka dan masuk rumah karena sudah membuka lemari rumah, kalau lah Anda langsung membuka pintu lemari tanpa membuka pintu rumah terlebih dahulu sebenarnya anda adalah GARONG. Dan sebenarnya anda tidak membuka pintu lemari yang ada dirumah tersebut tapi membuka pintu lemari yang dibawa sendiri. Maksudnya orang yang mengatakan tidak perlu sahadat karena sudah cukup dalam sholat, lalu apalah arti sholatnya itu????…. masuk melakukan pengucapan sahadat sebagai pintu gerbang untuk melakukan shalatnya pun belum dilakukan. Berarti orang tersebut sholatnya bukan pada ALLoh atau bukan di islam.

Kemudian ada yang mengatakan bahwa didalam Al-quran QS 7: 172, dikatakan bahwa semua manusia telah bersahadat dialam ruh, itu memang benar tapi apakah ingat atau apakah sadar, lalu ketika dilahirkan kita sadar akan konsekuensi dari itu???…….., jujur  kita tidak sadar.  Lalu ada juga yang menggunakan dalil setiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah …betul memang demikian tapi Ingat Alloh itu maha adil tidak pilih kasih kepada seluruh umat manusia untuk memperoleh hidayah, jadi kalau misal kita berada pada keluarga islam kita otomatis sudah muslim juga,?….oh… tidak…tetap kita harus milih mau islam atau apa? Bukan nya islam itu tidak memaksa?…..ya kalau memang sudah jadi pilihan buktikan tidak bisa langsung “amalu bil arkan” karena segala sesuatu juga hirarkinya yaitu ikroru bilisan tasdiku biqolbi wa amalu bil arkan.

 

Pemikiran yang melarang sahadat adalah pemikiran sesat, yang menyesatkan. Ingat bahwa islam punya rukun islam, shalat punya rukun shalat kalaulah anda mengatakan cukup maka cukup juga semua tidak perlu dilakukan, maksudnya kalau cukup dalam sholat pengucapan sahadat maka ketika anda nikah anda tidak perlu mengucapkan sahadat juga, lalu apakah itu dibenarkan, tentunya tidak. Lalu mengapa ketika seseorang yang mau berislam dengan memulai dengan pelaksanaan rukun islam yang pertama itu dikatakan sesat?

“Awas sesat “ seperti sudah melekat pada kata sahadat,” awas aliran sesat” seperti sudah melekat juga pada kata sahadat. Itu didengungkan oleh orang orang yang memilki pendidikan tinggi sebut saja gelarnya kebanyakan LC, apalagi kalau hasil jebolan anak TAR…, atau organisasi yang  dekat dengan anak Parati politik (Partai Komunis Sejahtera/ atau Partai Kafir Sebenarnya ) seperti halnya KAMMI/ kamu, atau juga kaki tangan atau tim sukses partai tersebut seperti PERCIKAN ……. dll.

Mereka melakukan itu bukan tanpa sebab melainkan sejarah panjang dan hasil rekayasa intelejen dalam upaya menghancurkan islam. Mereka boleh dikatakan sebagai korban rekayasa dan konfrontasi intelejen, hingga mereka tidak sadar bahwa mereka sedang menghancurkan islam. Jika ditanya mereka merasa sedang berjuang dan dengan semangat jargon yang sering mereka ucapkan adalah “ SAVE FALESTINE’” bangga bener indonesia juga  masih ngos-ngosan….. tidak mengapa begitu juga, karena memang benar itu bentuk solidaritas sesama muslim falestine yang sedang di dzalimi thogut dazal israel. Namun sebenarnya efek dari jargon itu sangat negatif bahwa mereka sudah merasa bahwa indonesia adalah negara islam padahal indonesia bukan negara islam, melainkan negara nafsu.

Maka akibat dari hal tersebut jamaah tersesat ini sudah merasa benar, tenang,  adem ayem seperti tidak ada gerakan untuk penegakan syariat islam, dan mengganti falsafah negara menjadi berfalsafah alquran. Mereka tidak sadar bahwa mereka sedang diadu domba denga saudara islam maka dimunculkanlah penomena aliran sesat, NII KW IX dll, sehingga mereka sangat reaktif jika mendengar orang yang bersahadat. Sepertinya mungkin bisa saja suatu saat mereka akan menunggu orang yang solat dan mengatakan orang ini bershadat dia aliran sesat …sungguh berbahaya…….

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke PIKIRKAN SAJA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s