Sabuk dan Tali (Elemen Mesin)

1. Pengertian

Sabuk atau tali di gunakan untuk mentransmisikan tenaga dari satu poros ke poros lain melalui puli dengan kecepatan putaran yang sama atau berbeda.besar tenaga yang di transmisikan tergantung dari faktor: kecepatan pada sabuk, kekencangan sabuk pada puli, hubungan antara sabuk dan puli kecil, serta kondisi pemakaian sabuk. Perlu diperhatikan Poros harus sejajar, Puli tidak harus saling berdekatan dan tidak terlalu jauh, Kekencangan sabuk harus pas, untuk sabuk datar, jarak maksimum antara poros tidak boleh melebihi dari 10 meter dan minimum tidak boleh kurang dari 3-5 kali diameter puli terbesar.

  1. Jenis sabuk

Jenis sabuk ada Sabuk datar, V-belt, Sabuk bundar atau tali

  1. Bahan yang digunakan untuk sabuk

Bahan yang digunakan untuk tali harus kuat, fleksible, tahan lama, dan memilki koefisien gesek yang tinggi. Berdasar bahan yang digunakan ada

  1. Sabuk kulit, yaitu bahan utamnya biasanya kulit sapi. Kulit yang baik didalamnya terdapat   oaktanned maupun  mineral garam dan kromium.
  2. Sabuk kapas, sabuk yang bahan dasarnya kapas yang di tenun dan di jahit. Sabuk diisi dengan beberapa pengisi seperti minyak linsed dalam rangka membuat sabuk tahan air  dan untuk mencegah luka-luka/kerugian pada serat sabuk
  3. Sabuk karet adalah sabuk yang bahannya dari komposisi karet  dan mempunyai suatu lapisan karet yang tipis pada permukaannya.
  4. Sabuk balata Sabuk ini adalah berupa sabuk karet atau getah yang digunakan sebagai pengganti karet. Sabuk ini  tahan asam dan tahan air dan  tidak rusak oleh minyak hewani atau alkali. Sabuk tidak boleh melebihi dari 40°C sebab pada temperatur ini sabuk mulai lembek dan menjadi lengketKekuatan balata sabuk adalah 25%  lebih tinggi  dibanding sabuk karet.
  5. Massa jenis bahan sabuk
Bahan massa jenis (dalam kg/cm3)
KulitKanvas

Karet

Balata

Anyaman tunggal

Anyaman ganda1.001.22

1.14

1.11

1.17

1.25

  1. Tekanan pada sabuk

Kekuatan akhir(ultimate stenght) sabuk kulit bervariasi dari 210 kg/cm3 sampai 350 kg/cm3 dan faktor keamanan diambil  8 sampai 10. Suatu tekanan yang bisa diijinkan 17-5 kg/cm3 mungkin  diharapkan untuk memberi umur sabuk sekitar 15 tahun.

  1. Kecepatan sabuk

kecepatan sabuk yang dipergunakan adalah 20 m/sec sampai  22-5 m/sec.

  1. 7. Koefisien gesek antara puli dan sabuk

Koefisien gesek antara sabuk dan puli tergantung berdasar pada faktor berikut: Bahan  sabuk, Bahan puli, Gelincir sabuk, dan Kecepatan sabuk. Persamaan koofesien geseknya

dimana   v = kecepatan sabuk dalam m/sec.

Berikut table nilai koefisien gesek untuk bahan pada sabuk:

Bahan sabuk Bahan puli besi cor kayu Kertas press kulit karet
kering basah lemak
1.kulit oaktaneed 0-25 0-2 0’13 0-3 0-33 0-38 0-40
2. kulit chrom 0’35 0-32 0’22 0-4 045 0-48 0-50
3. kanvas 0-20 0-15 0-12 0’23 0-25 0-27 0-30
4. kapas 0-22 0-15 0-12 0-25 0-28 0-27 0-30
5. karet 0-30 0-18 0-32 0-35 0-40 0-42
6. Balata 0-32 0-20 0-35 0-33 0-40 0-42
  1. Sambungan Sabuk

jenis sambungan terdiri dari sambungan tanam, sambungan yang diikat, sambungan yang dapat berputar

Tabel berikut  menunjukkan efisiensi dari sambungan :

Tabel 17-3

Jenis sambungan efisiensi
  1. sambungan tanam, tak ada akhirnya,  pada pabrik
  2. sambungan tanam  pada  toko
  3. Kawat yang diikat oleh machinc
  4. Kawat yang diikat oleh plester
  5. Raw-Hide mengikat
  6. Sabuk pengikat besi
90-10080-90

75-85

70-80

60-70

35-40

  1. Jenis gerakan pada sabuk datar

Berikut jenis gerakan pada sabuk datar:

  1. gerakan sabuk terbuka                                    e. Gerakan membelit atau melingkar
  1. Gerakan putaran seperempat,                           f.Gerakan dengan puli pengarah,
  1. gerakan campuran,                                        g. Gerakan langkah atau  puli tirus
  1. Gerakan cepat dan katrol lepas
  1. Perbandingan kecepatan gerakan suatu sabuk

Perbandingan kecepatan gerakan suatu sabuk pengarah dan pengikut   = Velocity ratio  atau  =

  1. Gelincir pada sabuk sabuk

Didalam artikel yang sebelumnya  kita sudah membahas gerakan sabuk dan batang yang mengumpamakan suatu gesekan antara sabuk dan poros. Tetap terkadang gesekan menjadi tidak baik. Mungkin karena beberapa gerakan membawa keluar jalur sabuk. Ini juga menyebabkan sabuk depan memebawa keluar jalur dari putaran puli. Ini disebut gelincir sabuk dan biasanya dinyatakan sebagai persentase.

Hasil dari keselipan sabuk akan mengurangi perbandingan percepatan dari  sistem. Keselipan  sabuk adalah suatu Peristiwa umum begitu sabuk harus tidak pernah ada digunakan dimana suatu perbandingan percepatan terbatas adalah importanse dalam kasus jam, menit dan detik/second

S1%= Selip di antara pengarah dan belt,

S2%= Selip di antara sabuk dan pengikut

V  = Kecepatan menyangkut sabuk, mengabaikan gerakan per menit.

Kemudian                   v=                    ….(1)

=

Dengan cara yang sama

=            )

substitusikan nilai v dari persamaan (1)

Atau

=

=(1-)      dimana

Jika ketebalan  sabuk dipertimbangkan, kemudian

di mana/ t menjadi ketebalan dari  sabuk

  1. Panjang sabuk penggerak terbuka.

Dalam hal ini puli berputar ke arak yang sama ditunjukan dalam gambar17.13

= sumbu pusat antara dua puly,

=radius puly besar dan kecil.

X      = jarak antara .

L        = total panjang sabuk

Sabuk mulai dari puli yang besar pada E dan G dan puli kecil pada F dan H di tunjukkan pada gambar 17-13.

Dengan O2 sama O­­M paralel ke FE.

Dari geometri pada gambar, kita dapat temukan O2M akan tegak lurus ke O1E.

Kemudian sudut MO2O1= x radian

Kita tahu bahwa panjang dari sabuk:

= Arc GJE + EF + Arc FKH + HG

………(1)

Dari geometri pada gambar kita juga mendapat:

Jika sudut α sangat kecil maka diambil

………(2)

………(3)

Dengan cara yang sama               ….(4)

Dan

Dengan mengembangkan persamaan ini menggunakan teori binomial:

……..(5)

Substitusikan nilai busur JE dar persamaam (3), busur FK dari persamaan (4) dan EF dari persaman (5) ke dalam persamaan (1), kita dapatkan:

Substitusi nilai  dari persamaan (2)

  1. Panjang dari Sabuk Penggerak Bersebrangan

Dalam kasus ini kedua puli berputar berlawanan arah seperti ditunjukan pada gambar 17-14.

Keterangan:

O1 dan O2 = pusat dari kedua puli

r1 dan r2 = radii dari puli besar dan puli kecil

x = jarak antara O1 dan O2

L = panjang total sabuk

Sabuk mulai dari puli besar pada E dan G puli kecil pada F dan H seperti diperlihatkan pada gambar 17-14

Dengan O2 sama O­­M paralel ke FE.

Dari geometri pada gambar, kita dapat temukan O2M akan tegak lurus ke O1E.

Kemudian sudut MO2O1= x radian

Panjang sabuk = Arc GJE + EF + Arc FKH + HG

………(1)

Dari geometri pada gambar kita juga mendapat:

Juka sudut α sangat kecil maka diletakkan

………(2)

………(3)

Dengan cara yang sama               ….(4)

Dengan mengembangkan persamaan ini menggunakan teori binomial:

…….(5)

Substitusikan nilai busur JE dar persamaam (3), busur FK dari persamaan (4) dan EF dari persaman (5) ke dalam persamaan (1), kita dapatkan:

14.

Substitusi nilai  dari persamaan (2)

  1. Daya yang Diteruskan Sabuk

Pada gambar 17-15 dapa tdilihat pergerakan puli A (penggerak) dan pengikut B seperti telah dijelaskan puli penggerak menarik sabuk dari satu sisi dan mengirimkannya ke sisi lainnya. Hal ini mengakibatkan tegangan pada sisi ketat akan lebih besar dari pada sisi kendur seperti pada gambar 17-15.

Dimana            T1 = teganagn pada sisi ketat (kg)

T2 = tegangan pada sisi kendur (kg)

v = kecepatan sabuk (m/sec)

Daya putar efektif pada lingkaran pengikut berbeda antara dua tegangan (T1-T2)

Usaha yang dilakuakn per detik = gaya x jarakkg-m, Power   H.P

  1. Perbandingan tegangan sabuk datar

T1 = teganagn pada sisi ketat (kg)

T2 = tegangan pada sisi kendur (kg)

θ = sudut kontak dalam radian (sudut yang dibentuk oleh busur A-B, sepanjang sabuk menyentuh puli, pada pusat).

Sekarang tinjau bagian sabuk PQ, membentuk sudut δθ pada pusat puli seperti pada gambar 17-16. sabuk PQ dalam keseimbangan dibawah gaya-gaya berikut:

(i)                 Tegangan T pada sabuk dititik P

(ii)               Teganagn T + δT pada sabuk dititik Q

(iii)             Reaksi normal Rn

(iv)             Gaya gesekan F = μ x Rn

Dimana μ adalah koefisien gesek antara sabuk dan puli.

Pembagaian semua tenaga secara horizontal dan membaginya dengan rata

…..(i)

Jika sudut  sangat kecil maka diambil

pada persamaan (i)

…..(ii)

Sekarang pembagian tenaga vertical

……(iii)

Jika sudut  sangat kecil maka diambil pada persamaan (iii)

Atau                             …….(iv)

Samakan nilai dari RN le persamaan (ii) dan (iv)

Atau

Integralkan kedua sisinya dengan limit T2 dan T1 kita dapatkan

……(v)

Atau

Persamaan (v) dapat dinyatakan dalam logaritma basis 10

Catatan: 1. tegangan maksimum pada sbuk sisi ketat dapat diperoleh dari hubungan

Dimana: f = tegangan maksimum pada sabuk

b = lebar sabuk

t =  tebal sabuk

2. ketika menentukan sudut kontak, perlu diingat bahwa ini adalah sudt kontak pada puli yang kecil, jika kedua puli berbahan sama. Kita tahu bahwa :

(untuk sabuk bekerja terbuka)

(untuk sabuk bekerja menyilang)

Jadi sudut kontak dalam jalur

(untuk sabuk bekerja terbuka)

(untuk sabuk bekerja menyilang)

Ketika puli terbuat dari bahan yang berbeda, perhitungan didasarkan pada puli yang memiliki μθ kecil.

  1. Teganagn sentripugal

Gaya yang mengakibatkan tegangan meningkat pada kedua sisi, baik disisi ketat maupun kendur. Tegangan yang ditimbulkan oleh gaya sentripugal disebut tegangan sentripugal. Pada kecepatan rendah tegangan sentripugal sangat kecil tetapi pada kecepatan tinggi akibatnya harus dipertimbangkan dan dimasukan pada perhitungan

Tinjau bagian PQ dari sabuk yang membentuk sudut dθ pada pusat puli, seperti pada gambar 17-18

dimana w = berat sabuk per satuan panjang

v = kecepatan linier sabuk

r = jari – jari puli

Tc = tegangan sentripugal aksi secara tangensial pada P dan Q

Panjang sabuk PQ = rd θ

Berat sabuk PQ = w x r d θ

Kita ketahui bahwa gaya sentripugal

gaya sentripugal pada sabuk PQ

Tegangan sentripugal Tc beraksi secara tangensial pada P dan Q menjaga sabuk dalam keseimbangan.

Sekarang bagi gaya-gaya (gaya sentripugal dan tegangan sentripugal) secara mendatar dan sama rata

Jika sudut dθ sangat kecil maka diambil

Catatan : ketika tegangan sentripugal dimasukkan ke dalam perhitungan, maka tegangan total pada sisi ketat

Dan tegangan total di sisi kendur

  1. Syarat memindahkan daya mksimum

daya kuda yng dipindahkan oleh sabuk

Dimana:                T1 = teganagn pada sisi ketat (kg)

T2 = tegangan pada sisi kendur (kg)

v = kecepatan sabuk (m/sec)

Dari pelajaran 17-16 kita telah melihat bahwa

Atau                                  …..(ii)

Substitusikan nilai T2 ke persamaan (i)

…….(iii)

Dimana

Kita tahu bahwa

Diamana T = tegangan maksimum yang dapat diterima sabuk dalam kg

Tc = tegangan senttripugal dalam kg

Substitusikan nilai T1 ke persamaan (iii)

(substitusi )

Untuk daya kuda maximum

Atau                 ……(iv)

substitusikan

Atau

Menunjukan bahwa jika daya kuda yng dipinkdahkan maksimum, 1/3 dari tegangan maksimum diserap sebagai tegangan sentripugal.

Catatan : dari persamaan (iv) kecepatan sabuk untuk daya maksimum

dalam satuan metrik

dalam satuan S.I

  1. 19. Tegangan inisial sabuk

Ketika sebuah sabuk menghubungkan dua puli, dua ujungnya disambungkan sehingga sabuk dapat terus berputar pada puli, dimana gerakan dari sabuk (dari penggerak) dan puli yang digerakkan (dari sabuk) diatur oleh cengkraman yang tetap dari gesekkan antara sabuk dan puli. Untuk meningkatkan cengkraman tersebut, maka sabuk dikencangkan. Pada keadaan ini walau puli dalam keadaan diam sabuk mendapat beberapa tegangan yang disebut tegangan inisial.

Ketika penggerak mulai berputar akan menarik sabuk pada satu sisi (meningkatkan tegangan sabuk pada sisi ini) dan mengirimkannya ke sisi lainnya (mengurangi tegangan sabuk pada sisi itu). Peningkatan tegangan pada satu sisi sabuk disebut tegangan pada sisi ketat dan penurunan tegangan pada sisi lainnya disebut tegangan pad asisi kendur.

To = tegangan inisial sabuk

T1 = tegangnan pada sisi ketat sabuk

T2 = tegangan pada sisi kendur sabuk

α  = koefisien peningkatan panjang sabuk per satuan gaya

sedikit pertimbangan akan menunjukan bahwa peningkatan tegangan pada sisi ketat adalah dan peningkatan panjang sauk pada sisi ketat

….(i)

Pengurangan tegangan pada sisi kendur adalah

Dan pengurangan panjang sabuk pada sisi kendur

….(ii)

Dengan asumsi bahwa bahan sabuk elastis sempurna dimana panjang sabuk tetap baik dalam keadaan diam ataupun bergerak, sehingga penambhan panjang pada sisi ketat sama dengan pengurangan panjang pada sisi kendur. Dengan demikian persamaan (i) dan (ii)

(abaikan tegangan sentripugal)

(mempertimbangkan tegangan sentripugal)

Catatan: pada praktik sebenarnya bahan sabuk tidak elastis sempurna sehingga jumlah tegangan T1 dan T2, ketika sabuk memindahkan daya, selalu lebih besar 2 kali tegangan inisail. Berdasarkan C. G. Barth, hubungan antara T0, T1, dan T2

  1. 20. Sabuk – V

Terbuat dari kain dan kawat tercetal dalam karet dan terbungkus dengan kaindan karet seperti pada gambar 17-19 (a). Sabuk ini berbentuk seperti trapesium dan dibuat tanpa ujung. Sangant cocok khususnya untuk penggerak pendek. Sudut sabuk V biasanya antara 300 – 400. Daya dipindahkan dengan aksi baji antara sabuk dan lekukan V pada puli atau katrol. Jarak disediakan pada dasar lekukan seperti pada gambar 17-19 (b), untuk mencegah menyentuh dasar, karena untuk mencegah keausan. Sabuk V dapat dipasang dengan berbagai sudut dengan sisi sempit berada diatas atau dibawah. Untuk meningkatkan keluaran daya beberapa sabuk V dapat dioperasikan dari sisi ke sisi.  Perlu diketahui bahwa pada sabuk V multiple, semua sabuk harus direntangkan dengan kekencangan yang sama sehingga beban terbagi dengan rata pada semua sabuk. Ketika salah satu sabuk putus, semua sabuk harus diganti bersama-sama. Jika hanya satu sabuk yang diganti, sabuk yang baru akan terentang lebih ketat dan bergerak dengan kecepatan yang berbeda.

Sabuk V dibuat dalam lima jenis, yaitu A, B, C, D, dan E. Dimensi standard sabuk V ditunjukkan pada tabel 17-4. Puli untuk sabuk V dapat dibuat dari besi tuang atau baja press untuk mengurangi bobot. Dimensi standard puli berlekuk V ditunjukkan pada table 17-5.

Tabel 17-4

Dimensi standard sabuk V

Jenis sabuk Cakupan daya kuda Diameter lereng minimum puli (D) mm Lebar puncak (b) mm Ketebalan (t) mm Berat per meter dalam kg
A 1 – 5 75 13 8 0,106
B 3 – 20 125 17 11 0,189
C 10 – 100 200 22 14 0,343
D 30 – 200 355 32 19 0,596
E 40 – 500 500 38 23

Tabel 17-5

Dimensi standard puli berlekuk V

(semua dimensi dalam mm)

Jenis sabuk w d a c f e Jumlah lekukan pada katrol
A 11 12 3,3 8,7 10 15 6
B 14 15 4,2 10,8 12,5 19 9
C 19 20 5,7 14,3 17 25,5 14
D 27 28 8,1 19,9 24 37 14
E 32 33 9,6 23,4 29 44,5 20

Catatan : Lebar muka (B) = (n – 1) e + 2e

  1. 21. Panjang Lereng Standar Sabuk V

Berdasarkan IS:2494 – 1964, sabuk V ditunjukkan oleh jenisnya dan nominal panjang bagian dalam. Sebagai contoh, sebuah sabuk V jenis A dengan panjang bagian dalam 914 mm ditunjukkan sebagai A 914 – IS:2494. panjang standard bagian dalam sabuk V dalam mm adalah:

610, 660, 711, 787, 813, 889, 914, 965, 991, 1016, 1067, 1092, 1168, 1219, 1295, 1372, 1397, 1422, 1473, 1524, 1600, 1626, 1651, 1727, 1778, 1905, 1981, 2032, 2057, 2159, 2286, 2438, 2464, 2540, 2667, 2845, 3048, 3150, 3251, 3404, 3658, 4013, 4115, 4394, 4572, 4953, 5334, 6045, 6807, 7569, 8331, 9093, 9885, 10617, 12141, 13665, 15189, 16713.

Panjang lereng diperoleh dengan menambahkan 36 mm untuk jenis A, 43 mm untuk jenis B, 56 mm untuk jenis C, 79 mm untuk jenis D, dan 92 mm untuk jenis E.

Keuntungan dan Kerugian Sabuk V Dibandingkan Sabuk Datar

Berikut adalah keuntungan dan kerugian sabukV dibandingkan dengan sabuk datar:

Keuntunmgan sabuk V:

  1. Sabuk V memberikan kerapatan terhadap jarak yang kecil antar pusat puli.
  2. Gerakannya positif, karena pergelinciran antara sabuk dengan puli dapat diabaikan.
  3. Operasi sabuk dan puli lebih tenang.
  4. Sabuk mempunyai kemampuan meredam guncangan pada saat mesin muli bekerja.
  5. Perbandingan kecepatan yang tonggi (maksimum 10) dapat dicapai.
  6. Aksi baji sabuk dengan lekukan memberikan nilai tinggi dalam pembatasan perbandingsn tegangan. Maka daya yang dipindahkan oleh sabuk V lebih dari sabuk rata pada koefisien gesek yang sama, busur kontak dan tegangan izin pada sabuk yang sama.
  7. Sabuk V dapat beroperasi pada dua arah, dengansisi ysng sempit berada diatas atau dibawah. Garis tengahmnya dapat mendatar, tegak atau mendaki.

Kerugian sabuk V:

  1. Sabuk V tidak dapat digunakan dengan jarak antar puli yang besar.
  2. Sabuk V tidak seawet sabuk datar.
  3. Konstruksi puli untuk sabuk V lebih rumit dari puli sabuk datar.
  1. 22. Perbandingan tegangan sabuk V pada saat bergerak

Sebuah sabuk V dengan puli berlekuk ditunjukkan oleh gambar 17-20

Dimana R1 = reaksi normal antara sabuk dengan tepi lekukan

R = reaksi total pada lekukan

2 α = sudut lekukan

μ = koefisien gesek antara sabuk dengan tepi lekukan

Menentukan reaksi vertical ada lekukan

Atau

Kita ketahui bahwa gaya gesek

Dengan mempertimbangkan sebagian sabuk seperti pada pembahasan 17-16 membentuk sudut δθ ditengah-tengah, tegangan pada satu sisi akan sebesar T dan sisi lainnya T + δT. Sekarang berdasarkan hasil pembahasan 17-16 kita mendapat tahanan gesek sama dengan μR cosec α berlawanan dengan μR. Dengan demikian hubungan antara T1 dan T2 untuk sabuk adalah:

  1. Sabuk V- flat

Pada beberapa kasus, khususny aketika sabuk datar diganti dengan sabuk V, akan lebih hemat menggunakan puli bermuka rata, sebagai ganti puli berlekuk besar seperti pada gambar 17-21. Biaya untuk pembentukan lekukan dapat dihilangkan. Sabuk seperti itu dikenal sebagai sabuk V-flat.

  1. Tali

Tali untuk meneruskan daya biasanya tebuat dari manila, rami dan katun. Biasanya mempunyai penampang berbentuk lingkaran, seperti gambar 17-22 (a). salah satu keuntungan uatma dari tali adalah beberapa penggerak terpisah dapat diambil dari satu puli penggerak.

Sebagai contoh pada banyakan penggilingan berputar, poros-poros pada setiap lantai digerakan oleh tali yang berhubungan langsung denganpuli dengan puli motor utama di lantai dasar. Sudut lekukan pada puli untuk tali biasanya 450. sudut-sudt pada puli dibuat sempit dibagian bawah, sehingga tali terjepit diantara tepi-tepi dari lekukan V. untuk meningaktkan daya cengkram tali terhadap puli. Lekukan tersebut harus dibuat harus agar tidak mengikis tali. Diameter katrol harus besar untuk meningkatkan daya tahan tali terhadap gesekan dalam dan tegangan lentur. Ukuran yang tepat dari roda-roda katrol adalah 40d dan ukuran minimalnya adalah 36d, dimana d adalah diameter tali dalam cm.

Seperti halnya sabukV, perbandingan tegangan ketika bergeraka adalah didapat dari

Catatan: pada kasus daya diteruskan dengan jarak yang besar seperti penambangan, kerekan, dan sebagainya, tali kawat baja lebih banyak digunakan. Tali kawat bergerak pada puli berlekuk tetapi terletak pada dasar lekukan dan tidak terjepit diantara tepi-tepi lekukan. Tali kawat memiliki keuntunga dibandingkan tali katun diantaranya:

  1. lebih ringan.
  2. operasinya tidak berisik
  3. dapat menahan beban kejut
  4. lebih dapat diandalkan
  5. tidak terlepas dengan tiba-tiba

Jika ada yang mau file lengkapnya silahkan masuk Guru Teladan  Kemudian kirimkan E-mail Anda melalui wall Pan fage tersebut dan sebutkan file yang anda minta.

Tentang arassh

i'm a moslem
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

13 Balasan ke Sabuk dan Tali (Elemen Mesin)

  1. aji pajar berkata:

    terima kasih
    sangat membantu…..

    Suka

  2. arassh berkata:

    hatur nuhun….

    Suka

  3. zacky berkata:

    sumbernya dari mana bro?

    Suka

    • arassh berkata:

      sebenarnya ini belum selesai belum diperbaiki, ini sumbernya dari “a Text Book machine design” R.S.Khurmi dan J.K. Gupta, terbitan tahun 1999, penerbit Eurasia publishing house(Pvt)Ltd, Ram nagar, new delhi-110055

      Suka

  4. rio berkata:

    ada gak yang membahas tentang perhitungan pada cvt sepeda motor metic secra keseluruhan…terima kasih

    Suka

    • arassh berkata:

      emmh, sebenarnya tulisan ini belum sempat saya perbaiki, terutama gambar dan rumus-rumusnya tidak tampil, untuk CVt sepeda motor matik sebelumnya ingin sya posting tapi sebelum diposting 2 laptop saya yang berisi Tugas akhir dan skripsi sya hilang di gondol maling, jdi kini sya pun lagi nyari nyari data lagi… jadi mhon maaf untuk sekarang belum bisa di posting,… oh ya terima kasih atas respon pada tulisan yang saya posting ya…

      Suka

  5. Bram berkata:

    bagus materinya tapi lebih bagus lagi kalau bisa di download..

    Suka

  6. heru bs simanjuntak berkata:

    gan, bsa gak dicantumkan dari mana sumber rumus nya didapat gtu,,,biar bisa mencari detail rumus gtu

    Suka

  7. arassh berkata:

    mas heru ini sumbernya mas “a Text Book machine design” R.S.Khurmi dan J.K. Gupta, terbitan tahun 1999, penerbit Eurasia publishing house(Pvt)Ltd, Ram nagar, new delhi-110055

    Suka

  8. Anonim berkata:

    kalau yang tipe sempit ( 3v,5v dan 8v)
    ama tipe beban ringan (3L,4L dan 5L) apa ya bro?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s