ILALANG KAMPUS

Mungkin tak seindah bunga, tumbuhpun hanya sebagi gulma, namun adanya sebagai pertanda akan kurangnya zat hara

INOVASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

Posted by arassh pada Maret 22, 2013

Secara sedaerhana inovasi dimaknai sebagai pembaruan atau perubahan dengan ditandai oleh adanya hal yang baru. Pada dasarnya inovasi merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru atau pun berupa praktik – praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil pemikiran dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan masalah persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu yang terjadi dimasyarakat. Beberapa contoh inovasi antara lain : program belajar jarak jauh, menegemen berbasis sekolah, pengajaran kelas rangkap, pembelajaran kontekstual, pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan ( pakem ).
Ada keterkaitan erat antara difusi, inovasi dan komunikasi, oleh karena difusi adalah proses komunikasi untuk menyebarluaskan gagasan, ide, karya dan sebagainya sebagai suatu produk inovasi, maka aspek komunikasi menjadi sangat penting dalam menyebarluaskan gagsan, ide, ataupun produk tersebut.

1. Unsur dan Ciri Inovasi Pendidikan
a. Inovasi pendidikan
Everett M. Rogers ( 1383 ) menyebutkan inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik, atau obyek / benda yang disadari dan diterima sebagai hal baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Dengan demkian kata kunci inovasi adalah gagasan, benda atau proses adopsi yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok masyrakat terhadap inovasi yang ditawarkan, termasuk dibidang pendidikan. Inovasi pendidikan pada dasarnya merupakan suatu perubahan atau pun pemikiran cemerlang dibidang pendidikan yang bercirikan hal baru atau pun praktik-praktik pendidikan tertentu atau pun berupa produk hasilolah piker yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan pendidikan atau pun proses pendidikan tertentu yang terjadi di masyarakat.

b. Difusi Inovasi Pendidikan
Secara umum inovasi dimaknai sebagai penyebarluaskan dari gagasan inovasi tersebut melalui proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota system sosial dalam masyarakat. Ada keterkaitan erat antara digusi, inovasi dan komunikasi. Oleh karena itu difusi adalah proses komunikasi untuk menyebarkuaskan gagasan, ide, karya dan sebagainya, sebagai suatu produk inovasi, maka aspek komunikasi menjadi sangat penting dalam menyebarluaskan gagasan, ide atau pun produk tersebut.

c. Ciri Inovasi Pendidikan
Difusi inovasi pendidikan adalah suatu proses untuk mengkomunikasikan suatu inovasi dalam bidang pendidikan kepada anggota suatu system sosial melalui saluran komunikasi tertentu dan berlangsung sepanjang waktu. Rogers ( 1983 ) mengemukakan ada 4 ciri prnting yang mempengaruhi difusi inovasi, termasuk inovasi pendidikan yaitu : ( 1 ) esensi inovasi itu sendiri ( 2 ) saluran komunikasi ( 3 ) waktu dan proses penerimaan ( 4 ) system sosial.

1. Esensi inovasi sendiri
Dalan kaitannya dengan esensi inovasi, paling tidak ada tiga hal yang berkaitan erat yaitu, teknologi, informasi dan pertimbangan ketidakpastian dan renovasi. Makna inovasi identik dengan teknologi. Teknologi adalah suatu desain aksi kegiatan yang ditempuh guna mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dari hasil yang ingin dicapai.

2. Saluran Komunikasi
Komunikasi adalah suatu yang berkaitan dengan “ siapa yang mengatakan akan mengemukakan apa, dengan saluran komunikasi apa, kepada siapa dan dengan dampak apa ( hasil yang dicapai )” salah satu ciri komunikasi adalah adanya penyandian yang dilakukan pengirim pesan dan interprestasi oleh penerima, serta antrisipasi kemungkinan adanya gangguan ( noises ) dalam proses komunikasi yang berlangsung. Saluran komunikasi dapatr diklasifikasikan kedalam 2 hal yaiyi, ( a ) komunikasi homofil ( b ) komunikasi heterofil

a. Komunikasi Homofil
Komunikasi homofil adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh dua individu atau kelompok yang kategorinya memiliki kesamaan atau sama lain. Hasil komunikasi ini dapat diperoleh saling pengertian yag mendalam antara keduanya. Dengan kata lain, suatu komunikasi akan efektif mana kala terjadi antara dua kelompok atau individu yang dikategorikan memiliki kesamaan satu sama lain atau yang biasanya disebut sebagai komunikasi homofil. Komunikasi ini jauh lebih efektif ketimbang dilakukan dengan komunikasi yang lain pada masyarakat yang heterogen atau beragam latar belakang budaya atau pun cirri lainnya.

b. Komunikasi Heterofil
Komunikasi heterofil yaitu proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, dimana pengerim pesan dan penerima pesanmemiliki latare belakang yang berbeda, baik dilihat dari sosial budaya, pendidikan, agama atau karateristik sosial lainnya. Komunikasi yang dilakukan secara heterofil tidak akan berjalan dengan baik karena adanya perbedaan latar belakang.

3. Faktor Waktu dan Proses Pengambilan Keputusan
Proses keputusan pada hakekatnya adalah suatu proses yang dilalui individu atau kelompok, mulai dari pertama kali adanya inovasi, kemudian dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi, penetapan keputusan untuk menerima atau menolak, implementasi inovasi dan konfirmasi atas keputusan model yang dipilihnya. Berikut adalah tahapan dari model proses keputusan inovasi yaitu :

1. Tahap Pengetahuan ( knowledge )
Tahap ini berlangsung apabila individu / kelompok membuka diri terhadap adanya suatu inovasi serta ingin mengetahui bagaimana fungsi dan peran inovasi tersebut memberi kontribusi perbaikan di masa mendatang.

2. Tahap Bujukan ( persuation )
Tahap ini berlangsung mana kala individu atau kelompok, mulai membventuk sikap menyenangi atau bahkan tidak menyenangi terhadap inovasi

3. Tahap pengambilan keputusan ( disicion making )
Tahap dimana seseorang atau kelompok melakukan aktivitas yang mengerah pada keputusan untuk, menerima atau menolak inovasi tersebut.

4. Tahap implementasi ( Implementation )
Tahap ini berlangsung ketika seseorang atau kelompok menerapkan atau menggunakan inovasi itu dalam kegiatan organisasinya.

5. Tahap konfirmasi ( confirmation )
Tahap dimana seseorang atau kelompok mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukan

4. Sistem Sosial
Sistem sosial merupakan berbagai unit yang saling berhubungan satu sama lain dalam tatanan masyarakat, dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

a. Struktur sosial
Struktur sosial pada dasarnya merupakan penyusunan yang berpola dari berbagai unit dalam satu system. Adanya struktur sosial menghasilkan beberapa keuntungan dalam perkembangan menghadapi dinamika sosial kemasyarakatan. Pertama, adanya struktur sosial baik formal maupun informal akan memberikan dorongan stabilitas dan ketaatan hokum khususnya dalam konteks system sosial yang ada. Kedua, adanya struktur sosial akan mampu memprediksi kencenderungan perilaku masyarakat, termasuk dalam kaitannya dengan proses difusi inovasi yang tengah berlangsung dalam tatanan masyarakat tertentu.

b. Norma sosial dan fungsi
Norma merupakan hal yang penting dalam proses difusi inovasi. Disisi lain norma suatu system juga bisa berperan sebagai penghalang atau barrirers suatu perubahan. Berikut ini antara lain kegiatan inovasi pendidikan yang melibatkan system sosial tertentu.
a. Batasan pelaksanaan inovasi ( boundary maintenance operation ), yaitu suatu system sosial dalam garapan pendidikan yang secara nyata membatasi ( melalui in dan out ) dari pelaksanaan suatu perubahan pandidkan yang dilakukan.
b. Ukuran dan kewilayahan ( size and territoriality ) yaitu suatu system sosial yang secara jelas mempersyaratkan kelompok orang ataupun geografis untuk melaksanakan suatu inovasi yang akan dilakukan.
c. Kelengkapan fasilitas ( physical facilities ), yaitu system sosial yang mengaitkan berbagai fasilitas atau teknologi termasuk sumber daya manusia yang akan terlibat untuk melakasanakan suatu proyek inovasi pendidikan yang dilakukan.
d. Penggunaan durasi waktu ( time use ), yaitu system sosial mempersyaratkan faktor waktu sebagai ciri dominan suatu inovasi pendidikan.
e. Tujuan yang ingin dicapai ( goals ), yaitu system sosial yang mempersyaratkan faktor tujuan sebagai cirri dominant.
f. Prosedur yang digunakan, yaitu suatu system sosial yang mengaitkan berbagai prosedur dan teknologi untuk melaksanakan suatu proyek inovasi pendidikan yang dilakukan.
g. Defenisi peran ( role definition ), yaitu suatu system sosial yang mengaitkan berbagai peran sosial seperti peran guru, peran kepala sekolah sesuai dengan tugas dan kewenangannya untuk melaksanakan proyek inovasi.
h. Kondisi normatif ( normative beliefs ), yaitu system sosial mengaitkan mempersyaratkan perlunya norma dan cirri normatif lainnya untuk melaksanakan suatu proyek inovasi.
i. Sistem struktur sosial ( structure ), yaitu system sosial yang mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi atau system lainnya untuk melaksanakan suatu proyek inovasi.
j. Metoda sosialisasi ( socialization method ), yaitu suatu system sosial yang menghubungkan berbagai metoda sosialisasi atau prosedur tertentu untuk melaksanakan proyek inovasi.
k. Keterkaitan dengan system / instansi lain ( linkage with other system ), yaitu suatu kondisi system sosial dalam inovasi yang mengaitkan berbagi system atau instansi dalam implementasi inovasi yang akan dilakukan.

2. Adopsi dan pelaksanaan Inovasi Pendidikan
Mattew B. Miles ( 1973 : 14 ) menulis bahwa inovasi sebai spesies dari jenis perubahan “ innovation is a species of the genus change “ yaitu, suatu perubahan yang sifatnya khusus, memiliki nuansa kabaruan dan sengaja melalui suatu program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu, serta dirancang untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari system tertentu.
a. Adopsi Inovasi
Proses adopsi inovasi akan dipengaruhi oleh system internal organisasi kemasyarakatan yang bersangkutan. Organisasi atau tatanan masyarakat yang baik dan stabil akan mengadopsi suatu inovasi dengan mempertimbangkan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Memiliki tujuan yang jelas
2. Memiliki pembagian tugas yang dideskripsikan secar jelas
3. Memiliki kejelasan struktur otoritas atau kewenangan
4. Memiliki peraturan dasar dan peraturan umum
5. Memiliki pola hubungan informasi yang teruji
b. Peran Agen Perubahan
Dalam sistem sosial, salah satu komponen penting adalah pemimpin pendapat dan agen perubahan. Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa difusi inovasi yang pada dasarnya sebagai penyebarluasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat.

c. Percepatan Adopsi Inovasi
Tingkat percepatan adopsi suatu hasil inovasi akan sangat bergantung pada beberapa faktor. Karateristik inovasi, yang sangat mempengaruhi derajat adopsi tersebut sangat bergantung pada :
a. Adanya keuntungan relative
b. Memiliki kekompakan dan kesepahaman
c. Memiliki derajat kompleksitas
d. Dapat dicobakan
e. Dapat diamati.

d. Penemuan Kembali ( Re – invention )
Dalam bidang pendidikan, proses penemuan kembali lazim dilakukan dalam inovasi pendidikan yang dilaksanakan. Misalnya pada tahun 1980-an, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan mutu pendidikan dasar di Indonesia, diuji cobakan pendekatan pembelajaran melalui sistem pembinaan cara belajar siswa aktif ( SPP-CBSA )

3. Kontribusi Inovasi Pendidikan
Poensoen dalam Santoso S Hamidjojo ( 1974 ) mengungkap secara gambling tentang tiga hal kencendrungan kontribusi dan misi difusi inovasi, khususnya dalam bidang pendidikan, yaitu :
1. Difusi inovasi pendidikan cenderung mengembangkan dimensi demokratis, artinya difusi inovasi yang dilakukan mengemban misi atau kecendrungan untuk meninggalkan konsepsi pendidikan yang terbatas bagi kepentingan elite tertentu, menuju pada konsepsi pendidikan yang lebih demokratis
2. Inovasi pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang berat sebelah dalam peningkatan kemampuan pribadi diantara pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju pada konsepsi pendidikan yang mengemban pola dan isi yang lebih komprehensif dalam rangka pengembangan seluruh potensi manusia secara menyeluruh dan utuh.
3. Pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang bersifat individual perorangan, menuju kea rah konsepsi pendidikan yang menggunakan pendekatan yang lebih kooperatif.

About these ads

2 Tanggapan to “INOVASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN”

  1. I like the valuable information you provide in your articles.

    I’ll bookmark your weblog and check again here regularly. I am quite certain I’ll learn plenty of new stuff right here!
    Good luck for the next!

  2. Wanting to sleep with their parents (particularly their mother)
    for worry of being taken in their rest. You can have your daughter vaccinated as younger as eleven many years
    previous.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 783 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: