ILALANG KAMPUS

Mungkin tak seindah bunga, tumbuhpun hanya sebagi gulma, namun adanya sebagai pertanda akan kurangnya zat hara

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Posted by arassh pada Juni 2, 2011

1. Pengertian prinsip pengembangan kurikulum
Secara gramatikal prinsip berarti asas, dasar, keyakinan dan pendirian. prinsip itu menunjukan ada suatu hal yang penting , mendasar, harus yang bisaanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa.
Dari pengertian dan makna prinsip diatas terlihat bahwa prinsip itu memiliki fungsi yang sangat penting dalam kaitanya dengan keberadaan sesuatu.. Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan dan kreasi elemen-elemen kurikulum.

2. Macam-macam sumber prinsip pengembangan kurikulum
Sumber prinsip yaitu dari mana asal muasal terlahirnya suatu prinsip.setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum yaitu : data empiris (empirical data), data eksperimen (Exsperimen data), cerita atau legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curricuculum), dan akal sehat (common sense) (Oliva, 19992 : 28).

3. Tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum
Tpe-tipe prinsip pengembangan kurikulum yaitu validitas dan reliabilitas prinsip yang digunakan.hal ini berkaitan dengan sumber-sumber dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum itu sendiri.Maka prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe prinsip yaitu anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (Whole truth), anggapan kebenaran parsial (Partial truth), dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian ( Hypothesis). Anggapan kebenaran utuh (Whole Truth) adalah fakta, konsep, dan prinsip yang diperoleh dan telah diuji dalam penelitian yang ketat dan berulang sehingga bisa dibuat generalisasi dan bisa berlakukan ditempat yang berbeda. Tipe ini tidak akan mendapat tantangan atau kriktik karena sudah yakin oleh orang-orang yang terlibat dalam pengembangan kurikulum.Anggapan kebenaran parsial (Partial Truth), yaitu suatu fakta, konsep, dan prinsip yang sudah terbukti efektif dalam banyak kasus tapi sifatnya masih belum bisa digeneralisasikan. Karena dianggap baik dan bermanfaat tipe prinsip ini bisa digunakan, namun dalam penggunaannya bisanya masih mengundang pro dan kontra. Anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (Hypothesis) yaitu asumsi kerja atau prinsip yang bersifat tentative. Prinsip ini muncul dari hasil deliberasi, judgement dan pemikiran akal sehat. Toto Ruhimat dkk (Oliva, 1992:30) memakai istilah axioms untuk menggambarkan berbagai karakteristik prinsip tersebut.

4. Macam-macam prinsip pengembangan kurikulum
Macam-macam prinsipini bisa dibedakan dalam dua kategori yaitu prinsip umum dan prinsip khususu. Prinsip umum bisaanya dugunakan hamper dalam seluruh pengembangan kurikulumdimanapun. Sedangkan prinsip khusus artinya hanyaberlaku ditempat tertentu dan situasi tertentu.
a. Prinsip umum
Toto Ruhimat dkk (Sukmadinata, 2000:150-151) menjelaskan bahwa terdapat lima prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu:”prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, atau efisien, dan efektivitas”.
1) Prinsip Relevan
Prinsip relapan artinya prinsip yang sesuai.prinsip relevan ada dua jenis yaitu relevan eksternal dan internal.relevansi eksternal artinya bahwa kurikulum itu harus sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, pada masa kini atau masa mendatang. Prinsip relevansi internal yaitu kesuaian antara komponen kurikulum itu sendiri.
2) Prinsip Fleksibel
Artinya bahwa kurukilum itu harus lentur tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaannya.
3) Prinsip praktis dan efesien
Artinya kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktek pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu. Efisien, artinya tidak mahal alias murah
4) Prinsip Efektifitas
Maksudnya kurikulum ini selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum bisa dikatakan instrument untuk mencapai tujuan.Tugas dan tanggung jawab pengembang kurikulum tersebut akan dipermudah jika mengikuti prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibawah ini. Toto Ruhimat dkk (Oliva, 1992:30) memakai istilah axioms untuk menggambarkan berbagai karakteristik prinsip tersebut. Dalam hal ini Oliva mengajukan sepuluh prinsip (axioms) pengembangan kurikulum yaitu:
a) Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dan bahkan diperlukan.
b) Kurikulum merupakan produk dari masa yang bersangkutan
c) Perubahan kurikulum masa lalu sering terdapat secara bersamaan bahkan tumpang tindih dengan perubahan kurikulum yang terjadi dimasa kini.
d) Perubahan kurikulum akan terjadi dan berhasil sebagai akibat dan jika ada perubahan pada orang-orang atau masyarakat.
e) Pengembangan kurikulum adalah kegiatan kerjasama kelompok
f) Pengembangan kurikulum pada dasarnya proses menentukan pilihan dari sekian alternative.
g) Pengembangan kurikulum adalah kegiatan yang tidak akan pernah berakhri
h) Pengembangan kurikulum akan berhasil jika dilakukan secara komprehensif.
i) Pengembangan kurikulum akan lebih efektif jika dilakukan dengan sistematis.
j) Pengembangan kurikulum dilakukan berangkat dari kurikulum yang ada.

b. Prinsip Khusus
Toto Ruhimat dkk (Sukmadinata,2000) menjelaskan beberapa prinsip pengembangan kurikulum khusus yaitu:

1) Prinsip yang berakitan dengan tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: Ketentuan dan kebijakan pemerintah, survai mengenai persepsi orang tua, masyarakat lainya, survai tentang pandangan para ahli dalam bidang –bidang tertentu, survai tentang manpower, pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama, dan penelitian.

2) Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan.
Dalam penentuan isi Pendidikan/Kurikulum, harus dipertimbangkan hal-hal berikut : penjabaran tujuan pendidikan baik umum dan khusus, Isi bahan pelajaran, urutan Unit-unit kurikulum harus logis dan sistematis.

3) Prinsip berkaiatan dengan pemilihan prosese belajar mengajar
Untuk menentukan kegiatan dalam proses belajar, mengajar apa yang akan digunakan hendakanya memperhatikan hal berikut: kecocokan metode mengajar, variasi mengajar, urutan kegiatan,pencapaian tujuan, keaktifan, perkembangan, jalinan kegiatan belajar disekolah dan dirumah, belajar yang menekan “learning by doing” disamping “learning by seeing and knowing”.

4) Prinsip yang berkenaan dengan penilihan media dan alat pelajaran
Dibawah ini beberapa prinsip yang bisa dijadikan pegangan untuk memilih dan menggunakn media atau alat bantu pembelajaran,yaitu : Alat/media, cara pembuatan, orang dan pembiayaan serta waktu pembuatan, pengorganisasian alat dan bahan, penggunaan multi media.
5) Prinsip yang berkenaan dengan Evaluasi
Dalam pengembangan kurikulum harus memperhatikan prinsip–prinsip evaluasi yaitu objektifitas, komprehensif, kooferatif, mendidik,, akuntabilitas, dan praktis. Dalam praktiknya ada lima fase dalam pengembangan kurikulum yaitu perencanaan, pengembangan, pengumpulan data, pengolahan data, laporan dan pemanfaatan. Dalam penyusuna alat penilaian sebaiknya mengikuti langkah sebagai berikut:
a) Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan umum dalam rana kognetif, afektif dan psikomotor
b) Uraikan kedalam tingkah laku murid yang dapat diamati
c) Hubungkan dengan bahan pelajaran
d) Tuliskan butir-butir tes
Beberapa yang harus diperhatikan dalam prinsip penilan: Norma penilaian , Formula Guessing, mengubah skor mentah kedalam skor masak, Penggunaan skor standar , Penggunaan hasil tes,penyusunan laporan, dan tujuan hasil laporan.

Ditulis Oleh :
Abdul Rohman (JPTM UPI Bandung 2008)

About these ads

Satu Tanggapan to “PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM”

  1. [...] http://arassh.wordpress.com/2011/06/02/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum/ [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 783 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: